SHALAWAT SESUAI SUNNAH

 10 Sholawat Nabi Lengkap: Arab, Latin ...

Dari Ka’ab bin ‘Ujroh, beliau mengatakan,
“Wahai Rasulullah, kami sudah mengetahu bagaimana kami mengucapkan

salam padamu. Lalu bagaimana kami bershalawat padamu?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ucapkanlah,

اللَّهُمَّ صّلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama shollaita ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid” [Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan

kerabatnya karena engkau memberi shalawat kepada kerabat Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia]

(Fadhlu Ash Sholah ‘alan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam no. 56. Syaikh Al Albani mengomentari bahwa sanad hadits ini shohih)

[3] Dalam riwayat Bukhari no. 3370 terdapat lafazh shalawat sebagai berikut,

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama shollaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid. Allahumma barik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama barokta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid.”

[Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan kerabatnya karena engkau memberi shalawat kepada Ibrahim dan kerabatnya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Ya Allah, berilah keberkahan kepada Muhammad dan kerabatnya karena engkau memberi keberkahan kepada Ibrahim dan kerabatnya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia]

Itulah bacaan shalawat yang dapat kita amalkan dan hendaknya kita mencukupkan diri dengan shalawat yang telah diajarkan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam.

@sunnahfiqih

https://rumaysho.com/203-perbanyaklah-shalawat-di-hari-jumat.html

Share:

MENJADIKAN "AHLI AGAMA" SEBAGAI SESEMBAHAN SELAIN ALLAH

Mengenal Syirik Khafi dan Jali, Simak ...

Ketika mendengar ayat ini dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, sahabat Adi bin Hatim rodhiyallohu ‘anhu yang dulu beragama nasrani berkata, “Sesungguhnya kami tidak menyembah mereka”. Kemudian Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam berkata, “Bukankah mereka mengharamkan yang Alloh halalkan kemudian kalian ikut mengharamkannya, dan mereka menghalalkan yang Alloh haramkan kemudian kalian ikut menghalalkannya?” Kemudian sahabat Adi bin Hatim rodhiyallohu ‘anhu menjawab, “Ya!” Rosululloh berkata, “Itulah bentuk peribadatan kalian kepada mereka.”
(HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Inilah yang disebut syirik dalam ketaatan.

Oleh karena itu, Syaikh Muhammad At-Tamimy rohimahulloh Ta’ala memasukan hadits di atas dalam Kitab Tauhid karya beliau pada bab: Barang siapa yang menaati ulama dan pemimpin dalam mengharamkan yang dihalalkan oleh Alloh dan menghalalkan yang diharamkan oleh Alloh, maka dia telah menjadikannya sebagai tuhan-tuhan selain Alloh.

Sumber: https://muslim.or.id/229-menjadikan-kyai-sebagai-sesembahan-selain-allah.html
__

Share:

BENARKAH SAAT TASYAHUD DALAM SHOLAT MAKA ARAH MATA SELALU DIARAHKAN KE JARI TELUNJUK DAN BUKAN KE TEMPAT SUJUD ?

 
ﺑِﺴْـــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ  
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ


By: Berik Said

Untuk menjawab pertanyaan di atas, maka simaklah dua hadits berikut :

Hadits Pertama
Saat menceritakan cara duduk tasyahud Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka  IBNU 'UMAR rodhiallohu ‘anhuma berkata :

وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى فَخِذِهِ الْيُمْنَى وَأَشَارَ بِأُصْبُعِهِ الَّتِى تَلِى الإِبْهَامَ فِى الْقِبْلَةِ وَرَمَى بِبَصَرِهِ إِلَيْهَا

"Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam meletakkan telapak tangan kanannya di atas paha kanannya, dan beliau berisyarat dengan jari telunjuk ke arah kiblat, serta MENGARAHKAN PANDANGAN MATANYA KEPADANYA (TELUNJUK TERSEBUT).
HR. Nasa'i no.1160, dll. Kata al Albani rohimahulloh dalam Shohih Nasa'i (1159) : 'hasan shohih'.

Hadits Kedua
Sementara itu ‘ABDULLAH BIN ZUBAIR rodhiallohu ‘anhu menceritakan:

أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ كان يشيرُ بإصبعِه لا يجاوزُ بصرُه إشارتَه

"Bahwasanya Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam (saat duduk tasyahud -pent) beliau mengisyaratkan jari telunjuknya dan PANDANGAN MATA BELIAU TIDAK MELEBIHI ISYARAT JARI TELUNJUKNYA   tersebut".
(HR. Nasa'i no. 1275, dll. Kata al Albani rohimahulloh dalam Shohih Nasa'i (1274): 'hasan shohih'.)

BEBERAPA KESIMPULAN DARI DUA HADITS DI ATAS

Dari hadits-hadits di atas dapat disimpulkan bahwa saat tasyahud maka hendaklah:

•Letakkan telapak tangan di atas PAHA yang kanan, dan telapak kanan yang kiri di atas PAHA yang kiri;

•Boleh pula meletakkan tangan di atas LUTUT;

3) Setelah itu jari telunjuk segerah diisyaratkan;

4) Selama tasyahud, maka mata bukan lagi mengarah ke tempat sujud tetapi MELIHAT JARI TELUNJUK tadi, dan pandangan mata tidak melampaui ujung jari telunjuk tersebut.

Walhamdu lillaahi robbil 'aalamiin, wa shollalloohu 'alaa Muhammmadin

•┈┈┈•❒ MENITI JALAN SELAMAT ❒•┈┈┈•

Share:

Jadwal Sholat

jadwal-sholat

LISTEN QURAN

Listen to Quran

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Pages